Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Friday, July 18, 2014

Senja Kala








Geliat manusia tak berdosa bak kerumunan sampah yang terbuang
Senja mentari memaparkan sinarnya terlalu remang
mengingatku hanya bisa bersandar dalam lamunan

Saturday, May 17, 2014

Destiny







Hidup ini bagaikan air, kadang keruh, kadang jernih, kadang juga perih
Itulah kenapa air mengalir dari hulu ke hilir
karena takdir tidak bisa dicibir.
Terasa asin, terasa tawar, dua kandungan yang terpisah
Yang terlewat kasat mata
Sulit dipungkiri, Tuhan menciptakan pria dan wanita dengan kekhasannya
Layaknya air payau yang tidak bisa menemukan jati diri
Bagaikan benalu di pohon jati
Ia terjerembab dari tubuh senyawa mereka berdua
Mengingatkan orang-orang yang terjerembab-lahir dari ketidaksempurnaan yang terpenjara dalam jiwa.

Sunday, April 20, 2014

Menunggu Terbit








Pagi ini mendadak buta
Jalanan tertutup tirai kabut basah yang terurai
Amarah dinginnya membuatku tersesat
Cucuran keringat membasahi tubuh pun ikut membeku
Seakan-akan ingin menancapkan taringnya dalam-dalam
Wahai sang raja siang, berikan cahayamu itu
Cahaya yang menerangi dunia
yang menghangatkan alam
dan yang selalu memberi senyuman